Mario Teguh Golden Ways 17 Oktober 2010: Johnny Satu Nada

Sahabat Indonesia yang baik. Berikut adalah resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 18 Oktober 2010, dengan Topik Johnny Satu Nada“. Hidup adalah pengulangan, berarti ada nada yang diulangi. Kehidupan menjadi baik, apabila yang diulangi adalah yang baik. Dan kehidupan dengan kualitas apapun akan rusak, jika yang diualangi adalah kesalahan.

Sehingga Johnny Satu Nada akan kelihatan nadanya, ada orang yang sulit diajak bicara, sulit menerima pendapat orang lain; karena nada yang dimilikinya hanya satu.

Banyak orang sudah merasa menemukan nadanya; tapi jika orang itu sudah merasa demikian benar, mengapa kehidupannya belum baik?.

Kalau dia menolak nasihat, kenapa hidupnya masih lemah?. Kalau dia menolak anjuran baik, kenapa hatinya tidak damai?.

Jika seorang pemain biola tangannya begitu sibuk naik turun memainkan nadanya, itu bukan sedang mencari-cari nada, tetapi dia sedang membangun nada yang indah.

Sehingga kehidupan ini tidak akan baik jika hanya menggunakan satu pendapat atau satu cara kepada semua orang.

Sebetulnya hanya terpisah dengan garis tipis antara keyakinan benar dengan keyakinan yang salah.

Maka jika kita tidak mau mengulangi kesalahan orang lain, maka kita harus belajar. Itu sebabnya ada guru, ada orang tua, ada para petuah; maka belajarlah pada mereka.

Karena belajar itu adalah proses menghindari melakukan kesalahan yang dilakukan orang lain, sehingga hidup kita membuat kesalahan sendiri. Hal ini akan lebih indah, karena kesalahan ini dilakukan berdasarkan yang kita yakini, sementara kesalahan orang lain kita tidak ulangi.

Orang-orang yang logikanya salah akan lebih memilih malas daripada sukses. Untuk orang2 yang yakin bahwa malas itu lebih enak daripada sukses, siapapun tidak akan bisa menasihatinya.

Kita cenderung mempertahankan cara yang sudah nyaman bagi kita, walaupun mengerdilkan kehidupan.

Pribadi yang masuk kedalam kesulitan, tidak bisa menggunakan pribadi yang sama untuk keluar dari kesulitan itu.

Perusahaan yang dipimpin oleh direktur tertentu, lalu turun peringkatnya/ keuntungannya, tidak bisa menjadi direksi yang sama untuk mengangkat
perusahaannya kembali; karena prilaku, keputusan, kebijakannya menurunkan kinerja perusahaan.

Jika orang mempersulit kehidupannya sendiri dengan menjadi pribadi yang sulit; bagaimana mungkin dia berharap kehidupannya baik, dengan pribadi yang mempersulit kehidupannya itu.

Maka anjurannya adalah membaikkan diri, karena hanya orang baik yang rejekinya baik.

Kita lebih sering berdo’a untuk menutupi kekurangan, bukan untuk dilebihkan kemampuan. Janganlah meminta yang di orang lain tidak ada gunanya, mintalah sesuatu untuk menghebatkan kita.

Orang yang disebut ikhlas itu menerima dirinya, karena janji Tuhan “Jika kamu dikurangkan disatu hal, maka Aku lebihkan kamu di tempat lain, maka minta yang Aku lebihkan itu.”

Terkadang kita itu meminta sesuatu, yang setelah dapatpun tidak kita syukuri.

Bagaimana kalau kita berhenti mengejar, kemudian berhenti sejenak untuk menengok kebelakang, lalu kita syukuri. Karena jika Tuhan berkenan, dari yang anda miliki itu, Tuhan bisa jadikan modal bagi sebaik-baiknya kualitas hidup. Mengapa kita tidak hidup lebih ikhlas?.

Di Negara kita sesuatu yang didengar akan lebih kuat pengaruhnya daripada yang ditulis; karena mungkin kita sudah terlalu lama dididik oleh sistem, dimana yang tertulis bisa disesuaikan dengan kehendak yang mau bicara.

Kapan kita bisa maju, kalau semua yang tertulis tidak bisa dipercayai karena yang mengatakan ucapannya berbeda.

Maka tugas kita adalah mengembalikan kehidupan ini kepada yang benar, kepada yang bagus; sehingga undang-undang ada gunanya, tuntunan ada gunanya, sunah itu tertulis.

Saat ini bangsa kita lebih percaya kepada yang dikatakan, maka marilah kita bicara sesuai dengan yang tertulis.

Uang yang banyak tetapi yang didapat dengan tidak jujur adalah ukuran hukuman. Maka jika orang mempunyai rumah mewah- kaya raya, tapi tidak jujur, itu adalah orang miskin yang uangnya banyak. Dan jika ada orang yang rumahnya sederhana dan hidupnya masih kelihatan kurang – tapi jujur, itu orang kaya yang uangnya masih sedikit.

Maka ikhlas-lah dengan kebaikan, lalu tidak iri melihat orang tidak baik tapi kaya.

Hasil adalah kemampuan berikutnya. Orang yang mempunyai penghasilan 2 juta, harusnya dia mempunya modal untuk menghasilkan 3 juta dan seterusnya. Karena banyak orang yang mempunyai uang 2 juta habis untuk bersenang-senag saja.

Jangan pernah merasa ragu, hanya karena orang lain merasa ragu. Paling indah bahwa keberhasilan kita, membuktikan bahwa keraguan orang lain salah.

Kalau hidup ini dibangun dari pengulangan, maka jangan ulangi menolak nasihat baik; dan jangan ulangi menuruti nasihat buruk. Dan hal ini semua, sesuai dengan latihan.

Kehidupan ini dilatih seperti kita berenang, seperti loncat tinggi, seperti menagkap bola. Semakin kita sering terlibat dalam kehidupan, maka semakin  kita ahli.

Itu sebabnya bergaullah bersama orang2 baik, orang2 berilmu, orang2 ahli; supaya kita cepat menyerap kemampuan mereka. Maka terlibatkah dalam kehidupan sepenuhnya, supaya kita tahu kapan menjadinya kapan tidak.

Orang yang menemukan kepuasan yang merasa lebih daripada orang lain, tidak perlu dilebihkan; karena sudah merasa lebih.

Itu sebabnya orang2 yang sombong – jarang berhasil, dibandingkan orang yang rendah hati.

Bahkan orang sombong mengetahui dia tidak bisa sombong kepada semua orang. Orang sombong akan memilih-milih, hanya orang yang lebih susah dari dia yang akan disombongin.

Orang sombong hanya akan menyombongi orang yang dikiranya rendah, itu sebabnya kadang dia menyombongi orang kuat, lalu disiksa.

Padahal yang rendah hati ditinggikan, yang tinggi hati direndahkan.

Jadi kalau begitu bagaimana kalau kita ikhlas pada sistem kehidupan, karena kehidupan ini yang sistemnya dipimpin oleh Tuhan, menghargai orang yang ikhlas menyerahkan bahwa bukan kita yang meninggikan diri tetapi Tuhan.

Dan kita ditinggikan kalau kita membantu orang lain, mencapai ketinggian yang baik.

Jangan ulangi yang salah dilakukan oleh orang lain. Ambil pelajaran dari kegagalan orang lain, jangan nikmati kegagalan orang lain.

Ikhlas-lah melihat orang yang berhasil sebagai guru berjalan. Dia sedang dipertonotonkan oleh Tuhan, yang meneladankan prilaku, yang membuat dirinya kuat, berwenang dan sejahtera.

Maka ikhlas-lah untuk menerima yang baru, ijinkan yang baru masuk; kita tidak punya sinar sendiri, sehingga kita harus mengijinkan kebaikan masuk untuk menjadi sinar pribadi kita.

Demikian resume singkat dari Mario Teguh Golden Ways dengan Topik  Johnny Satu Nada , mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi sahabat sekalian. Jika sekiranya didapati kekurangan – suatu kebahagiaan bagi Kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya. Jika sahabat ingin mendengarkan kembali audio rekaman Mario Teguh Golden Ways, sahabat bisa unduh file audio-nya  disini.

Incoming search terms for the article:



Social Bookmarking

Baca Juga Artikel Berikut…

Incoming search terms for the article:

Bookmark the permalink.

Comments are closed.